
Kota Batam merupakan salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Dilansir dari bpbatam.go.id, Kota Batam berkembang pesat. Perkembangan pesat ditunjukkan dengan pertumbuhan nilai ekspor pada tahun 2024 naik sebesar 10.10%. Letak Kota Batam yang sangat strategis dapat mendukung pembangunan kawasan industri.
Kawasan Industri Batam dibangun di lahan seluas 100 ha atau setara dengan 1.000.000 meter persegi. Lokasinya strategis, dekat dengan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Jarak tempuh dari Kawasan Industri sampai Bandara Internasional Hang Nadim sekitar 8 menit.
Proyek kawasan industri ini menyediakan ruang industri modern dengan pendekatan hijau yang berkonsep “Sustainable Future”. Selain itu, juga membangun infrastruktur hijau yang terintegrasi, menjaga efisiensi penggunaan sumber daya, dan menerapkan manajemen keamanan air.
Penggunaan Tutup Drainase di Kawasan Industri
Pembangunan kawasan industri dapat berdampak pada peningkatan volume limpasan permukaan dan penurunan infiltrasi yang diakibatkan oleh penggunaan lahan. Hal ini berpotensi menyebabkan banjir jika dialirkan ke sungai melebihi kapasitas. Sistem drainase dapat mengendalikan air limpasan, sehingga penggunaan lahan dapat maksimal.
Sistem drainase proyek kawasan industri ini menggunakan manhole cover FRP berwarna merah bata. Manhole cover berfungsi sebagai penutup lubang akses maintenance pada saluran drainase.